CIPTAKAN MEDIA PEMBELAJARAN BINA DIRI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS, MAHASISWA PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA UNY SABET MEDALI EMAS LIDM 2023

Peserta didik dengan hambatan intelektual adalah anak yang memiliki keterbatasan dalam menerima dan mengelola informasi yang diterima. Keterbatasan tersebut mengakibatkan peserta didik hambatan intelektual mengalami permasalahan dari beberapa aspek, salah satunya aspek bina diri. Pembelajaran yang diberikan ditekankan pada aspek bina diri (activity daily living) supaya peserta didik hambatan intelektual dapat melakukan kegiatan sehari-hari secara mandiri. Sekolah sudah seharusnya memiliki peranan penting dalam proses pembelajaran bina diri pada peserta didik yang memiliki hambatan intelektual. Berdasarkan siaran pers yang dilakukan, hal ini membuat mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) merancang media pembelajaran bina diri self-determination mat berbasis ESP-32 yang mudah dipahami dan digunakan oleh guru dan peserta didik hambatan intelektual. Mereka adalah Tarangga Rizal Ramadhan (Teknik Industri), Yanuar Agung Fadlullah (Pendidikan Teknik Mesin), Sahid Ramandhani (Pendidikan Teknik Elektronika) dan Sifa Nurazijah (Pendidikan Luar Biasa) yang tergabung dalam Tim Sugeng Riyadi. Menurut Tarangga Rizal Ramadhan, pembelajaran yang ditujukan bagi peserta didik dengan hambatan intelektual perlu menyesuaikan dengan karakteristik, kebutuhan, maupun hambatan yang dialami baik dari segi akademik maupun non-akademik. "Contoh kasus yang pernah terjadi yaitu peserta didik belum mampu buang air besar secara mandiri, baik dalam proses mengkomunikasikannya maupun proses tahapan yang harus dilakukan ketika buang air besar yang ditunjukkan dengan peserta didik buang air besar di kelas," katanya, Jumat (14/7) di UNY. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dibutuhkan pembiasaaan pelatihan pembinaan diri baik menggunakan sebuah media teknologi pembelajaran di mana dapat membantu guru untuk mengajarkan pembinaan diri kepada anak tersebut.

Media pembelajaran self-determination mat dirancang sesederhana mungkin supaya mudah dipahami dan digunakan baik dari peserta didik maupun tenaga pendidik. Hal tersebut dimaksudkan supaya anak hambatan intelektual dapat dengan mudah memahami apa yang terdapat di media dan langsung bisa mempraktekkannya. Yanuar Agung Fadlullah menambahkan, media yang dikembangkan tidak hanya sederhana dan menarik namun juga mempertimbangkan antisipasi bahaya yang akan terjadi pada pengguna yaitu peserta didik hambatan intelektual. Penggunaan media pembelajaran yang menggunakan kabel akan membahayakan peserta didik hambatan intelektual bila digunakan. "Kami gunakan teknologi mikrokontroler ESP-32 ini untuk media yang kami buat, sehingga media pembelajaran tidak perlu menggunakan kabel karena terhubung secara wireless" ungkap Yanuar. Mikrokontroller ini merupakan mikrokontroler SoC (System on Chip) terpadu dimana dilengkapi wifi 802. 11/b/g/n/, bluetooth versi 4.2, dan berbagai peripheral. EPS-32 merupakan suatu chip yang cukup lengkap dimana terdapat prosesor, penyimpanan dan akses pada GPIO (General Purpose Input Output). ESP -32 bisa digunakan dalam rangkaian pengganti pada arduino, ESP-32 memiliki kemampuan untuk mendukung koneksi ke wifi secara langsung.

Self-Determination Mat yang dibuat adalah media pembelajaran bentuknya seperti karpet yang memiliki beberapa keypad bergambar media pembelajaran seperti menyisir rambut, melepas sepatu, dan cuci tangan. Sahid Ramandhani menjelaskan fitur media pembelajaran self-determination mat seperti notifikasi suara, musik selama permainan berlangsung, LED lighting, visual learning, wireless control, dan keypad. "Sistem kerjanya setelah alat dinyalakan dan disambungkan ke program di laptop, peserta didik diminta untuk menginjak salah satu keypad, sehingga pada aplikasi laptop akan muncul video pembelajaran sesuai dengan gambar pada keypad yang diinjak " kata Sahid. Terdapat limit switch pada setiap keypad media pembelajaran self – determination mat yang digunakan untuk mengirimkan perintah pada program di laptop untuk memutar video pembelajaran sesuai bina diri yang dipilih, kemudian jika ingin berganti ke video pembelajaran  bina diri lain tinggal injak kotak lainnya yang telah dikendalikan oleh mikrokontroller ESP-32. Dalam laptop video pembelajaran menjelaskan Langkah - langkah yang harus dilakukan oleh peserta didik hambatan intelektual sesuai pilihan dalam keypad media pembelajaran self-determination mat. Sifa Nurazijah mengatakan, metode pembelajaran media self-determination mat adalah metode pembelajaran direct instruction. metode pembelajaran dengan strategi direct instruction ini akan memberikan pemahaman yang bertahap mengenai bentuk kegiatan yang dicontohkan, sehingga membantu peserta didik hambatan intelektual mencontohkan dan melakukan kegiatan tersebut dengan tepat.

Melalui penggunaan media ini, peserta didik akan memahami kegiatan yang telah digambarkan dalam video karena sesuai dengan prinsip pembelajaran bagi peserta didik hambatan intelektual yaitu prinsip keperagaan. Media ini juga dirancang dapat digunakan di sekolah maupun di rumah menggunakan bantuan TV, proyektor, bahkan PC/laptop. Penggunaan media ini diharapkan dapat membantu peserta didik hambatan intelektual melakukan kegiatan bina diri secara mandiri hingga dewasa nanti. Karya ini berhasil memenangkan medali emas kategori inovasi pembelajaran digital pendidikan dalam Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) di Bandung. Dosen pembimbing tim, Sugeng Riyadi, Rendy Roos Handoyo, M.Pd merasa bangga mahasiswa bimbingannya dapat meraih capaian tertinggi LIDM tahun ini. "Harapan saya penggunaan media pembelajaran self-determination mat di SLB ini juga dapat membantu tenaga pendidik untuk menemukan cara mengajarkan ke siswa yang lebih menarik dan inovatif." tutur Rendy. 

 

Indonesian