ABSTRAK ADALAH IKLAN DARI ARTIKEL ILMIAH

“Abstrak adalah iklan dari artikel ilmiah yang anda buat maka pastikan bahwa itu menarik dalam menyampaikan kepada calon pembaca tentang apa yang telah anda kerjakan dan temuan penting apa yang ada dalam penelitian anda,” ujar Suprapto, Ph.D., Dosen Pendidikan Teknik Elektronika dan Informatika, Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta dalam Workshop Penulisan Artikel Ilmiah yang diselenggarakan di Ruang Sidang KPLT FT UNY (30/04/2018). Kegiatan ini diikuti oleh dosen-dosen dari Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta, Fakultas Teknik Industri UPN “Veteran” Yogyakarta dan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa yang merupkana calon-calon presenter dalam Internasional International Conference on Technology and Vocational Teachers (ICTVT) 2018.

ICTVT 2018 sendiri akan dilaksanakan di Digital Library UNY pada 15 November 2018 dimana Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta sebagai Host menggandeng Fakultas Teknik Industri UPN “Veteran” Yogyakarta serta Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Co-Host.

Lebih jauh, Suprato menjelaskan bahwa abstrak merupakan deskripsi pendek tentang perspektif dan tujuan paper. “Maka, luangkan waktu untuk memastikan abstrak anda betul-betul mudah dibaca dan dipahami serta berisi deskripsi lengkap dan akurat yang merefleksikan artikel anda,” ujar pria yang baru saja meraih doktor dari Electrical Engineering, National Yunlin University of Science and Technology, Taiwan ini.

Lebih jauh, Suprapto menyarankan untuk menekankan pada riset demi mendapatkan kualitas paper yang baik. Selain itu, menurutnya Introduction atau pendahuluan juga sangat krusial sehingga si penulis semestinya menggunakan separuh waktu untuk menulis Introduction serta conclusion dan separuh waktu lainnya untuk the main body of the paper. “Perlu diingat bagian pendahuluan jangan lebih dari dua halaman karena jika lebih malah diangggap seolah menceramahi dan kontribusinya bisa dirasa minor sebab terlalu banyak diskusi teknis yang secara detail mungkin kurang sesuai,” paparnya.

Kemudian, Suprapto menyinggung tentang kesalahan yang sering terjadi saat membuat conclusion atau simpulan dimana kesalahan yang umum pada bagian ini adalah mengulang abstrak, atau hanya berupa listing hasil penelitian.

“Simpulan harus berupa justifikasi ilmiah tentang apa yang telah dikerjakan serta rekomendasi untuk riset lebih lanjut, jika temuan anda masih bersifat awal, sarankan future studies yang dibutuhkan selanjutnya,” beber Suprapto.

Pada bagian referensi, Suprapto menyarankana untuk menghindari jumlah referensi yang terlalu banyak. “Serta hindari self-citations yang berlebihan dan citasi dari publikasi yang berasal dari lokasi yang sama secara berlebihan,” imbuhnya.

Wokshop ini kemudian dilanjutkan dengan peer-discussion untuk menjaring masukan dari rekan sejawat terhadap paper masing-maisng peserta. (Sumber: ft.uny.ac.id) MUS

Indonesian